Minggu 16 Agustus 2026 - 09:04
Para Ulama Yaman Kecam Penodaan Al-Qur'an Oleh Amerika

Hawzah / Kantor Otoritas Umum Wakaf dan Bimbingan di Yaman menyelenggarakan sebuah pertemuan yang dihadiri oleh para ulama, khatib, dan dai dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad (Saww) serta mengecam tindakan penodaan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap kesucian Al-Qur'an.

Berita Hawzah  Kantor Otoritas Umum Wakaf dan Bimbingan, unit kebudayaan, dan unit ulama Provinsi Sa'dah di Yaman, hari ini mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh para ulama, khatib, dan dai dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw serta mengecam penodaan Amerika Serikat terhadap kesucian Al-Qur'an.

Dalam pertemuan ini, Syekh Ahmad Hurriyah, ketua "Majelis Islam" dan anggota "Asosiasi Ulama Yaman", menegaskan: "Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad (Saww) merupakan momentum untuk memperkuat aspek-aspek keimanan dan amal perbuatan, terutama dalam bidang jihad, kesabaran, dan keteguhan."

Ia memuji sikap rakyat Yaman dalam menghadapi para musuh yakni Arab Saudi, Israel, dan Amerika, serta merujuk pada pertempuran yang telah dilalui dan masih sedang dijalani oleh para pahlawan angkatan bersenjata di laut melawan para musuh. Ia menambahkan: "Koalisi-koalisi yang menargetkan Yaman, dengan karunia Allah Yang Maha Kuasa, telah mengalami keruntuhan, dan pihak-pihak baru di dalamnya pun telah menghadapi kekalahan."

Syekh Hurriyah menyatakan bahwa rahasia kekuatan rakyat Yaman bukan terletak pada jumlah atau persenjataan yang banyak, melainkan pada tawakal kepada Allah, keyakinan kepada-Nya, serta pemanfaatan sarana dan kesiapsiagaan.

Ia menegaskan: "Berpegang teguh pada Al-Qur'an yang mulia, Nabi Besar Muhammad (Saww), dan para pembawa petunjuk adalah kunci keteguhan dan kemenangan. Tujuan utama dari penyelenggaraan peringatan keagamaan adalah mewujudkan makna-makna ini dalam bentuk amal dan perilaku."

Dalam kesempatan yang sama, Syekh Muhammad Al-Hadi, anggota "Asosiasi Ulama Yaman", menekankan: "Agresi Amerika-Zionis terhadap mushaf yang mulia (Al-Qur'an) adalah kejahatan besar yang membutuhkan sikap tegas dan reaksi kuat dari setiap orang yang memiliki ikatan dengan Allah dan Rasul-Nya."

Ia menjelaskan: "Penghinaan musuh-musuh Allah terhadap kesucian umat ini menegaskan perlunya melawan proyek Zionis dan Amerika, serta komitmen terhadap slogan 'Matilah Amerika, Matilah Israel' sebagai bentuk perlawanan terhadap mereka."

Al-Hadi menyatakan: "Kekuatan-kekuatan Barat dan Zionis sangat berupaya untuk memutuskan ikatan umat dengan Nabi Besar Muhammad (Saww) dan Al-Qur'an yang mulia, guna mengosongkan umat dari sumber kekuatan dan kemuliaan mereka."

Syekh Al-Hadi mengajak semua pihak, terutama para ulama, untuk melaksanakan tanggung jawab mereka dalam membimbing umat dan mendidik mereka dengan berlandaskan keteladanan kepada Nabi Besar Muhammad (Saww) sebagai seorang pemimpin, guru, negarawan, dan pembimbing; sehingga umat mampu menghadapi bahaya-bahaya yang ada di hadapan mereka.

Ia mendorong semua orang untuk mencari solusi dan langkah-langkah yang diperlukan dalam sirah kenabian dan posisi-posisi Al-Qur'an guna menghadapi blokade, kezaliman, dan konspirasi yang dihadapi umat saat ini, serta memanfaatkan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad (Saww) sebagai momentum praktis untuk kembali secara tulus kepada jalan Al-Qur'an dan kenabian.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha